Serat Optik (Fibre Optic)

•November 8, 2010 • Leave a Comment

Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index. Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya karena memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.

MOde transmisi FO

1. Multimode biasanya digunakan untuk jarak yg tidak jauh,multimode satu core dari kabel FO bisa digunakan untuk TX dan RX secara bersamaan

2. Singlemode biasanya digunakan untuk menghubungkan jarak yang jauh.singlemode satu core dari kabel FO hanya dipakai untuk TX saja atau RX saja.

Komponen yg biasa digunkan untuk pemasangan FO adalah :

1.Kabel FO biasanya terdiri dari 4,6,8,12,16,24,36,48 core,sedangkan mode nya ada yg single mode dan multimode

2.patch panel biasanya dipergunakan untuk jumlah core pada kabel yang sedikit.(Gambar Bawah)

3.OTB (Optical Termination Board).biasanya digunakan untuk jumlah core kabel yang banyak.(Gambar Bawah)

4.PatchChord, kabel FO itu sendiri.biasanya berwarna kuning konektor yg digunakan SC to LC.(Gambar Bawah)

6.konektor FO jenisnya ST, SC, FC, LC ,SMA dll,konektor yang biasa digunakan untuk koneksi OTB adalah konektor ST atau FC.(Gambar Bawah)

Di perangkat converter dari FO ke ethernet kebanyakan konektornya berjenis SC,sedangkan diperangkat switch biasanya LC (berbentuk modul SFP) , ada juga tipe SC.

dilihat dari fungsinya PAtch panel dan OTB berfungsi sama yaitu untuk terminasi ujung dari kabel FO

konektornya berjenis LC atau SC.

Terminasi biasanya dilakukan tidak menggunakan alat (dilakukan secara manual)

Splicing biasanya dilakukan menggunakan perangkat khusus yang diperuntukan untuk splicing.

Tulisan ini diperuntukan untuk catatan sendiri.

When AND Why Proxy-ARP (mikrotik)

•November 8, 2010 • Leave a Comment

Saya sedang berusaha untuk memahami penggunanaa dari arp=proxy-arp di mikrotik pada settingan PPtP pada mikrotik.Untuk memahami hal tersebut pertama-tama kita harus mengetahui apa itu ARP.ARP adalah “Address Reselution Protocol”sebuah mekanisme sederhana yang memungkinkan suatu perangkat dapat berkomunikasi di dalam jaringan Ethernet. Mari kita mengambil contoh yang sangat sederhana di mana kita memiliki 2 perangkat yang terpasang ke sebuah switch Ethernet menggunakan alamat IP 192.168.1.1 untuk perangkat A dan B perangkat 192.168.1.2 dengan subnetmask /24 (255.255.255.0). Perangkat ini dapat berkomunikasi pada layer 3(OSI) secara langsung, karena mereka berada di dalam satu subnet. Jika perangkat A ingin mengirimkan sebuah paket IP ke Perangkat B, maka perangkat A harus mengirimkan paket yang melalui switch Ethernet. Ini berarti bahwa paket IP perlu dibingkai dalam sebuah frame Ethernet. Perangkat sudah tahu alamat IP yang dibutuhkan untuk berkomunikasi , tetapi perlu sebuah metode untuk menentukan MAC (alamat Ethernet) dikaitkan dengan alamat IP. Ini adalah fungsi dari ARP tersebut.
Dalam keadaan di atas, Perangkat A akan tahu bahwa Perangkat B dicolokkan ke dalam segmen Ethernet yang sama. Untuk dapat menemukan alamat MAC yang berkaitan dengan perangkat dengan IP 192.168.1.2, Perangkat A akan mengirim paket ke segmen Ethernet yang diperuntukkan ke alamat Broadcast Ethernet. Alamat ini adalah alamat yang akan “didengar”dan “diperiksa” oleh semua perangkat yang terhubung ke switch dan berada dalam satu subnet. paket ini termasuk permintaan yang menanyakan “Siapa sih 192.168.1.2?”. Setiap perangkat di segmen akan “mendengar” permintaan ini, tetapi hanya satu perangkat yang akan merespon permintaan tersebut. Respon tersebut akan menjadi sesuatu seperti “192.168.1.2 berada pada 00:12:34:56:78:9A”.Sekarang Device A mengetahui alamat MAC yang dikaitkan dengan alamat IP 192.168.1.2 dan dapat frame paket IP dan mengirimkannya interface Ethernet.

Jadi, mari kita lihat situasi di mana ARP proxy akan diperlukan :

Contoh Diagram Jaringan

Pada jaringan di atas, kita memiliki perangkat klien yang dapat berupa PC Windows, Laptop atau router lain. Untuk tujuan penjelasan ini, kita perlu mengesampingkan router pada perangkat client. . Mari kita berasumsi untuk sesaat bahwa router (di sebelah kanan) memberikan IP 192.168.2.1 pada perangkat client. Ketika client mengirimkan lalu lintas IP ke server di 192.168.1.2, paket akan memiliki alamat sumber 192.168.2.1 (tunnel IP). Server “melihat” paket dan menanggapi IP 192.168.2.1, ternyata tidak terdapat pada subnet lokal. Server akan mengirimkan paket melalui “gateway” di 192.168.1.1.

Mari kita mempertimbangkan skenario lain di mana router pptp memberikan klien dengan alamat IP 192.168.1.10. Sekali lagi, ketika klien mengirimkan lalu lintas IP ke server, alamat IP sumber akan menjadi alamat IP tunnelnya yaitu 192.168.1.10. Server harus merespon ke alamat IP 192.168.1.10. Masalahnya di sini adalah meskipun server berangapan bahwa perangkat dengan alamat IP 192.168.1.10 ada pada local LAN, pada kenyataanya IP tersebut tidak terdapat pada local lan. Ketika server akan mengirimkan permintaan ARP ke LAN menanyakan “Siapa sihhh 192.168.1.10”, ternyata tidak ada perangkat pada LAN dengan IP tersebut sehingga komunikasi yang terjadi akan gagal. Apabila pada interface LAN router dikonfigurasi untuk menjawab permintaan ARP “oleh proxy” (dimana Interface LAN merupakan Interface PPtP juga), maka ROUTER akan menjawab permintaan ARP server. Dengan cara ini, server akan “memberikan” Ethernet Frame (dengan bagian dalam paket IP) ke router, yang pada gilirannya akan memberikan paket IP ke client PPtP melalui tunnel.Konfigurasi yang perlu kita lakukan pada router adalah untuk mengaktifkan ARP proxy pada interface LAN.

Pada Mikrotik, ini sangat sederhana untuk dilakukan. Jika Interfaces telah diberi nama “LAN”, maka perintah berikut akan melakukannya:

/ Interface ethernet set LAN arp = proxy-arp

Disarankan untuk tidak menggunakan alamat IP untuk tunnel sama dengan IP yang terdapat pada LAN.

Source :

http://blog.butchevans.com/2010/06/when-and-why-proxy-arp/

STNK Ulang Tahun

•January 27, 2010 • Leave a Comment

Hari ini gw coba untuk mengurus perpanjangan STNK
sendiri ke PGC (Pusat Grosir Cililitan),soalnya dari
rumah gw cuma sekali naik metromini sampe PGC, Sampe
disono gw cari2 lantai 7 kagak ada, taunya lantai 7 itu
lantai A mungkin artinya Atap kali yaa…. sampe di
lantai atap gw cari2 kantor samsatnya ternyata di
pojokan deket mesjid …Sampe di kantor samsatnya gw ke
loket pendaftaraan minta formulir untuk diisi data2
tentang kendaraan gw , setelah selesai mengisi form gw
lengkapin deh ama FC KTP,FC BPKP,FC STNK, duduk manis
deh nunggu dipanggil, setelah dipanggil gw dikasih deh
slip setoran pajaknya untuk dibayar di kasir sebesar Rp
210.500, ehh tapi gw ditanyain SIM motornya karena
kagak ada FC nya gw kasih deh 1000 untuk FC SIM gw
….gw bayar deh di kasir, karena gw kagak ada duit pas
ibu yg dikasir bilang kalo kembaliananya kurang nanti
marah gak ? gw bilang aja kagak kok bu , dalam hati gw
gw ngerti lah ….selesai bayar duduk manis lg deh
nunggu dipanggil untuk mengambil STNK nya kagak sampe
10 menit wa dipanggil dengan STNK yg telah diperpanjang
,seneng juga nih prosesnya cepet dari daftar sampe
proses akhir sekitar setengah jaman …
Kalo menurut pandangan gw nihh pelayan masyarakat untuk
Perpanjang STNK dan SIM sudah semakin membaik ,Pungli
sudah mulai berkurang walaupun belom hilang seratus
persen mudah2han situasi seperti ini terus berlanjut
dan semakin tahun semakin meningkat pelayanannya….
BRAVO deh …

Saran gw nih untuk samsat PGC meja untuk nulis data2
tolong diperbanyak mejanya
and untuk pembayar pajak bawa duit recehan

Syarat-Syarat Perpanjang STNK
1.FC KTP Pemilik banyaknya satu
2.FC BPKB banyaknya satu
3.FC STNK banyaknya satu
4.FC SIM Jaga2 aja biasanya sih kagak ditanyaain banyaknya satu

yang harus dibawa
1.BPKB asli
2.STNK asli
3.KTP asli
4.SIM asli jaga2 aja

FC  = Foto Copy

Configuring Google’s new public DNS

•December 8, 2009 • Leave a Comment

Google has launched an Internet-facing pair of public DNS addresses. In this TechRepublic blog, IT pro Rick Vanover shows configuration and usage of the new engines.

————————————————————————————–

Is there anything Google isn’t going to do? Google has recently announced Google Public DNS services for Web engines and other systems to query for address resolution. This makes some sense, as Google crawls the Web frequently and has a good idea of where Web presences are located. The goals of this service are to provide an option for current DNS configuration, reduce ISP loads, and make the Web faster.

I have historically used ISP DNS information for all information but have supplemented that with another ISP’s public DNS servers as a secondary server. The thought of Google providing a DNS service is appealing at this point, and I’ve set it on a few servers in my test environment. So far, it works fine as expected.

Google’s DNS offers two IP addresses. They are 8.8.8.8 and 8.8.4.4, which are very easy to remember. Configuring a few systems with this DNS engine is straightforward and resolves in a standard fashion. Figure A shows a DNS query run against the Google DNS servers.

Figure A

Figure A
Click to enlarge

While taking advantage of this service may seem attractive, there are concerns with using a popular and very public DNS server. Above all, we are not given any information about how much traffic is going to use these addresses. This is not relevant for resolution, as the Google DNS is not authoritative for any domain,  but it is in the security area. Google has outlined a number of security features for this service, documented on the Google Code Web site.

Realistically, I see the Google DNS entries as being used in conjunction with your ISP’s DNS. Do you see yourself implementing Google’s DNS? Concerned about a target like this? Share your comments below.

Rick VanoverRick Vanover is an IT Infrastructure Manager for Alliance Data in Columbus, Ohio. Rick has years of IT experience and focuses on virtualization, Windows-based server administration, and system hardware. You can catch Rick on Twitter and read his full profile.

Configure Apache to support multiple SSL sites on a single IP address

•October 19, 2009 • Leave a Comment

With Apache 2.2.12 and support for the SNI (Server Name Indication) extension to the SSL protocol, you can configure name-based HTTPS sites, just as you can name-based HTTP sites. Vincent Danen introduces the new Apache feature.

—————————————————————————————

As the Apache Web server grows and matures, new features are added and old bugs are fixed. Perhaps one of the most important new features added to recent Apache versions (2.2.12, to be specific) is the long-awaited support for multiple SSL sites on a single IP address.

Traditionally, it was only possible to have an SSL-enabled Web site if it was bound to one particular IP address. This has caused a lot of grief and frustration because if you had only two IP addresses, you could only have two SSL-enabled sites.

On two IP addresses you can have any number of regular HTTP sites strung out across them both or bound to a single IP, but for each of these, only one HTTPS site. What made this even more frustrating is that if http://www.example1.com and http://www.example2.com were on the same IP and example1.com had an HTTPS site as well, going to https://www.example2.com/ would, in fact, take you to the equivalent of visiting https://www.example1.com/. This meant that most people who wanted HTTPS sites had to restrict one site (both HTTP and HTTPS variants) to a single IP address to avoid this type of confusion.

With Apache 2.2.12 and support for the SNI (Server Name Indication) extension to the SSL protocol, this has changed completely. Now you can configure name-based HTTPS sites, just as you can configure name-based HTTP sites. The bottom line is that the five IPs that you needed today to run five SSL sites can be reduced to one IP tomorrow (provided, of course, you use the newer Apache).

There are some prerequisites, however:

  • The server, obviously, must use Apache 2.2.12 or higher.
  • It must also use OpenSSL 0.9.8f or later and must be built with the TLS extensions option.
  • And Apache must be built against this version of OpenSSL as it will enable SNI support if it detects the right version of OpenSSL — the version of OpenSSL that includes TLS extension support.

Finally, as far as browsers go, not every browser yet supports SNI, but the most popular browsers do, and some have for quite a while. This includes Firefox 2.0 or later, Opera 8.0 or later, Internet Explorer 7.0 or later (unfortunately, only on Vista), Google Chrome, and Safari 3.2.1 (unfortunately only on OS X 10.5.6 or later).

In practical terms, this means that for a serious e-commerce Web site or one that needs to have broad appeal, this solution won’t work — yet. Expect in the next year or so for more people to upgrade and more browsers to support SNI.

For testing purposes or for internal sites where you can have some say over client browser installation (and also considering that such old versions of Firefox support SNI), using SNI can be quite useful.

For configuration, here is an example of what to put in your Apache configuration file:

Listen 443
NameVirtualHost *:443
SSLStrictSNIVHostCheck off
<VirtualHost *:443>
DocumentRoot /srv/www/example1.com/
ServerName www.example1.com
...
</VirtualHost>
<VirtualHost *:443>
DocumentRoot /srv/www/example2.com/
ServerName www.example2.com
...
</VirtualHost>

What the above does is enable Apache listening to port 443 and turns on listening for virtual host requests on all IPs. The new keyword SSLStrictSNIVHostCheck is disabled, meaning we will not throw a 403 error if the client does not support SNI; instead, they will be redirected to the SSL site defined first (example1.com in the example), so be sure to define your default site first.

That is pretty much all there is to it. The largest hurdle here is the client browser support, but that will come in time. The Apache requirements and configuration, by contrast, are very simple and straightforward.

Sumber :
http://blogs.techrepublic.com.com/opensource/?p=987&tag=nl.e102

Perbandingan Firewall

•April 29, 2009 • Leave a Comment

Ada banyak program Firewall untuk mengamankan jaringan yang kita punya baik yang berbayar maupun yang OpenSource … Untuk memudahkan program firewall apa yang kira2 kita butuhkan, maka kami memberikan perbandingan fitur2 yg terdapat dari tiga program firewall tersebut .Mengapa kami memberikan perbandingan IPCOP,pfsense dan M0n0wall,dikarenakan sifatnya yang Opensource dan banyak dipakai .

PERBANDINGAN ANTARA IPCOP, pfSense, M0n0wall
Functionality IPCOP

1.4.21

pfSense

1.2

M0n0wall

1.235

Stateful Inspection Firewall
Yes
Yes
Yes
E-mail AntiVirus/AntiSpam
Yes 1
No
No
Web Antivirus (HTTP, FTP)
Yes 1
No
No
Web URL Blacklist
Yes 2
No
No
Web Content Filtering
Yes 2
No
No
IPSec VPN
Yes
Yes
Yes
OpenVPN
Yes 3
Yes
Yes
PptP VPN
Yes
Yes
Yes
Wireless Support/Access Point
Yes 4
Yes
Yes
Hotspot/Captive Portal
No
Yes
Yes
QOS/VoIP Support
No
Yes
Yes
High Availibility
No
Yes
No
Load Balancing
No
Yes
No
Multi-Wan
No
Yes
No
Firewall Failover Capability
No
Yes
No
Network Address Translation
Yes
Yes
Yes
1:1 NAT (SNAT)
No
Yes
Yes
Port Address Translation
Yes
Yes
Yes
Source Routing
No
Yes
No
Policy Routing
No
Yes
No
Notes:

1 Copfilter add-on (http://www.copfilter.org/)

2 URLfilter and Advanced Procy add-ons (http://www.urlfilter.net/ and http://www.advproxy.net/)

3 Zerena add-on (http://www.zerina.de/)

4 Wlan-AP add-on (http://www.ban-solms.de/)

Sumber : INTERNET

Mengambil text dari image dengan Document Imaging

•February 20, 2009 • Leave a Comment

Seringkali
terbesit bagaimana cara mengkopikan teks yang berada dalam sebuah
gambar, terkadang beberapa kasus mengharuskan cara seperti ini
dilakukan, dengan alasan mengefisiensikan waktu dan tenaga. Tak jarang
mahasiswa yang kehilangan soft copy dari rancangan tugas akhir perlu
mengetik ulang hard copy yang dimilikinya, dan sering ditemui pegawai
dalam suatu perusahaan mengetik ulang arsip yang dimiliki oleh si bos
untuk dijadikan arsip digital. Ukuran satuan lembar, sampai belasan
lembar tidaklah jadi persoalan yang begitu pelik. Tapi apa jadinya jika
harus mengetik ulang hingga ratusan lembar ? Sedangkan deadline semakin
dekat dan banyak pekerjaan lain yang menunggu. Intinya di sini adalah
bagaimana cara mengcopykan teks dari gambar yang telah di scan?
Terdapat banyak cara untuk melakukan hal tersebut, dan masing-masing
cara memiliki tingkat keakuratan berbeda-beda. Sebagai contohnya anda
dapat menggunakan fasilitas OCR pada Microsoft Office Document Imaging.
Tentunya dengan keakuratan yang seadanya. Ada beberapa aplikasi yang
memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dalam memilih teks yang
nantinya akan dicopy. Seperti software besar Scansoft Omnipage dan
teman-teman sepermainannya.😀. Penulis sarankan ya scansoft omnipage,
karena sangat baik dalam mengambil teks dari suatu gambar. Untuk
mendownload scansoft omnipage :

Mengcopykan teks dari suatu
gambar dengan fasilitas microsoft office document imaging bukanlah
suatu yang sulit, bahkan bisa dikatakan sangatlah mudah, caranya
sebagai berikut:
Pertama, pilih gambar yang akan di ambil teksnya,
kemudian buka dengan graphic editor, seperti Adobe Photoshop atau yang
semacamnya, kemudian save ulang dengan ekstensinya .TIF. Setelah di
save ulang kemudian buka dengan Microsoft Office | Microsoft Office
Tools | Microsoft Office Document Imaging.

Setelah membuka
gambar tersebut dengan menggunakan Microsoft Office Document Imaging,
masuk menu Tools | Recognize Text Using OCR…

Tunggu sesaat …

Kemudian, anda dapat menggunakan mouse anda untuk melakukan drag, kemudian mengcopy teksnya …

Hasil dari teks tersebut adalah …

CREATE TABLE albums (
id
int(11) NOT NULL auto_increment, genrelt) int(1l) NOT NULL default ‘0’,
artist varchar(200) NOT NULL default ‘‘, albumName varchar(200) NOT
NULL default ‘‘,
PRIMARY KEY (Id)
ENGINE=MyI SAM;

Greetz : b_scorpio, abuzahra, peterpanz, kandar, phii_, syahrilrohman, ivan, dr.emi, safril, najwa, Lapak-online Team!

Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori review software dengan judul Mengambil text dari image dengan Document Imaging

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.